
Meski banyak orang Jepang menganggap jika penjualan barang bajakan merupakan satu hal yang buruk, namun sebagian besar perusahaan dan studio anime di negara ini justru berbanding terbalik memperlakukan karya buatan penggemar atau yang mereka sebut sebagai doujinshi tersebut. Studio anime menganggap hal itu sebagai iklan gratis untuk berbagai serial yang mereka buat dan bahkan, beberapa mangaka terkenal juga memulai karirnya dengan membuat doujinshi.
Namun, sepertinya Girls und Panzer, franchise anime terkenal buatan Actas bersiap untuk membatasi munculnya serial doujinshi buatan penggemar, bersama dengan barang dagangan tidak resmi lainnya. Mereka mengumumkan peraturan tersebut melalui akun Twitter resminya baru-baru ini, di mana staf mengatakan bahwa mereka akan menganggap produksi dan penjualan barang-barang Girl und Panzer tidak resmi sebagai pelanggaran hak cipta.
「ガルパン」無許諾グッズについて改めてお願いいたします。複製・二次創作の如何に関わらず、正式に許諾していないグッズ(同人グッズ含む)の製造・販売(頒布含む)は著作権侵害行為となります。ファンの皆様は無許諾グッズをご購入なさいませんよう、お願いいたします。BV杉山 #garupan
— 「ガールズ&パンツァー」公式アカウント (@garupan) June 7, 2018
Pelanggaran hak cipta tersebut di dalamnya termasuk merchandise bootleg atau salinan tidak resmi dari merchandise Girls und Panzer yang asli. hal ini juga mencakup karya derivatif dan barang buatan sendiri, sehingga para penggemar tidak diperbolehkan lagi membuat dan menjual merchandise yang mereka produksi sendiri. Hal ini secara tidak langsung mendorong orang-orang untuk tidak membeli barang-barang yang tidak resmi.
Pengumuman tersebut muncul setelah polisi melakukan penangkapan terhadap seorang pria di Okayama karena diketahui telah menjual stiker Girls und Panzer tanpa izin. Meski begitu, pihak Girls und Panzer sendiri memang tidak menjelaskan apa-apa tentang manga doujin, dan beberapa penggemar anime maupun manga di Jepang berspekulasi bahwa larangan hanya untuk barang dagangan buatan penggemar seperti gantungan kunci, pin, dakimakura, dan lain-lain.
Sebelumnya, franchise Love Live! juga telah membatasi produksi dan penjualan barang-barang tidak resmi buatan penggemar, namun mereka tidak secara khusus mengatakan melarang dibuatnya manga doujin, yang berarti bahwa siapapun termasuk pembuat doujin masih diperbolehkan menggunakan karakter Love Live untuk konten-konten yang mereka buat. Pengumuman dari pihak Girls und Panzer sendiri tidak secara spesifik mengenai doujin manga. Interpretasi terhadap pengumuman tersebut juga beragam, di mana sebagian menganga bahwa merchandise yang dilarang hanyalah brang seperti pin, dakimakura, gantungan kunci, dan sebagainya dengan mengecualikan doujin manga, sementara sebagian lainnya mengartikan bahwa doujin manga termasuk yang dilarang.
The post Girls und Panzer Akan Membatasi Produksi Dan Penjualan Merchandise Tidak Resmi, Termasuk Doujinshi appeared first on Japanese Station.
0 komentar:
Post a Comment